Home » » TAFSIR HADITS TARBAWI ( PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP )

TAFSIR HADITS TARBAWI ( PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP )

Written By SOBIKHIN on Minggu, 05 Desember 2010 | 16.36

BAB I
PENDAHULUAN

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadrat Allah SWT. Atas limpahan Rahmat, Hidayah, serta Inayahnya kepada kita sekalian, sehingga kita masih diberi kesempatan hidup, kesempatan untuk menuntut ilmu baik ilmu yang bersifat duniawi maupun ukhrowi.
Dalam rangka memenuhi tugas terstruktur dari dosen Tafsir Hadits Tarbawi, kami menyusun makalah ini dengan dengan sepenuh hati. Dalam kesempatan ini kami ingin mencoba memaparkan tentang “Pendidikan Lingkungan Hidup“. Kata – kata pendidikan lingkungan hidup terdiri dari berbagai kata yang didalamnya mengandung arti atau makna tersendiri. Sebagai seorang yang berpendidikan telah kita ketahui bahwa kata – kata pendidikan itu mempunyai banyak keterkaitan dengan unsur – unsur yang lain. Dan pendidikan itu bukan hanya sebuah wadah yang yang didalamnya terdapat proses belajar mengajar, akan tetapi kata – kata pendidikan itu dapat kita kaitkan dengan komponen yang lain, seperti pendidikan lingkungan hidup.
Dalam makalah ini kata – kata pendidikan lingkungan hidup bukan hanya dikenal atau dipelajari didalam ilmu sains saja, akan tetapi agama islam juga menganjurkan atau memerintahkan manusia tentang pendidikan lngkungan hidup lewat Al – qur’an yang diperinci lewat pemhaman nabi panutan kita yaitu Nabi Muhammad SAW lewat ucapan, perbuatan, serta ketetapan – ketetapannya yang merupakan sumber hukum kedua agama islam yaitu apa yang dinamakan Hadits. Dalam hal ini Mata Kuliyah Hadits Tarbawi juga mempelajari pendidikan lingkungan hidup.







BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Pendidikan Lingkungan
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman belajar diberbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh posotif bagi perkembangan individu. Pendidikan dalam arti sempit identik dengan kegiatan belar mengajar di sekolah ( Schooling ), yaitu pendidikan yang dilakukan secara sadar , terencana, terarah, memiliki tujuan serta terkontrol secara formal dan berlaku bag mereka yang menjad siswa pada suatu sekolah atau Mahasiswa pada Perguruan Tinggi.
Menurut UU SPN No.20 Tahun 2003 “ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlakul karmah, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, Masyarakat, bangsa dan negara”.
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala makhluk hidup maupun makhluk tak hidup dan daya serta manusia dengan semua perilakunya yang saling berhubungan secara timbal balik, jika ada perubahan pada salah satu komponen maka akan mempengaruhi komponen yang lainnya.
Menurut Prof. Dr. Emil Salim Lingkungan Hidup adalah segala benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
Pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya
Contoh perbuatan menjaga kelestarian lingkungan hidup
a)Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, pengunaan air tidak boros. Hutan-hutan disekitar sungai, danau, mata air dan rawa perlu diamankan. upaya untuk mengurangi pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih (prokasih) terhadap sungai-sungai yang telah tercemar.
b)Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan Berpindah-pindah.Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.
c)Contoh perbuatan yang paling sederhana dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, yaitu dengan selalu nembuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuangnya sembarangan. Karena perbuatan membuang sampah sembarangan ini, dapat menyebabkan banjir. Karena banjir bisa terjadi akibat tertutupnya saluran-saluran air, sehingga air hujan atau air lainnya, tidak dapat mengalir dengan lancar.

1.Dijelaskan dalam Surah Ar-Rum:41-42
                               
Artinya : (41) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (42) Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
Pada ayat 41 surah ar-rum, terdapat penegasan Allah bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di daratan dan di lautan adalah akibat perbuatan manusia. Hal tersebut hendaknya disadari oleh umat manusia dan karenanya manusia harus segera menghentikan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan timbulnya kerusakan di daratan dan di lautan dan menggantinya dengan perbuatan baik dan bermanfaat untuk kelestarian alam.
Kata zhahara pada mulanya berarti terjadinya sesuatu dipermukaan bumi. Sehingga, karena dia dipermukaan, maka menjadi nampak dan terang serta diketahui dengan jelas. Sedangkan kata al-fasad menurut al-ashfahani adalah keluarnya sesuatu dari keseimbangan,baik sedikit maupun banyak. Kata ini digunakan menunjuk apa saja, baik jasmani, jiwa, maupun hal-hal lain.(quraish shihab, 2005: 76)
Ayat di atas menyebut darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad itu. Ini dapat berarti daratan dan lautan menjadi arena kerusakan, yang hasilnya keseimbangan lingkungan menjadi kacau. Inilah yang mengantar sementara ulama kontemporer memahami ayat ini sebagai isyarat tentang kerusakan lingkungan.( quraish shihab, 2005: 77)
Sedangkan pada ayat 42 surah ar-rum menerangkan tentang perintah untuk mempelajari sejarah umat-umat terdahulu. Berbagai bencana yang menimpa umat-umat terdahulu adalah disebabkan perbuatan dan kemusyrikan mereka, mereka tidak mau menghambakan diri kepada Allah, justru kepada selain Allah dan hawa nafsu mereka.( syamsuri, 2004: 116). Selain itu pula, ayat ini mengingatkan mereka pada akhir perjalanan ini bahwa mereka dapat mengalami apa yang dialami oleh orang-orang musyrik sebelum mereka. Mereka pun mengetahui akibat yang diterima oleh banyak orang dari mereka. Mereka juga melihat bekas-bekas para pendahulunya itu, ketika mereka berjalan dimuka bumi, dan melewati bekas-bekas tersebut.(sayyid quthb, 2003: 226) dan dengan melakukan perjalanan dimuka bumi juga dapat membuktikan bahwa kerusakan-kerusakan di muka bumi ini adalah betul-betul akibat perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab serta mengingkari nikmat Allah, dan dengan melihat dan meneliti bukti-bukti sejarah, maka mereka dapat mengambil pelajaran atas peristiwa-peristiwa yang telah lalu, yang pernah menimpa umat manusia.(Moh.matsna, 2004:84)
Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya, daratan, lautan, angkasa raya, flora, fauna, adalah untuk kepentingan umat manusia (QS an-Nahl: 10-16)
                                                                                                         

Artinya :
10. Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
12. Dan dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),
13. Dan dia (menundukkan pula) apa yang dia ciptakan untuk kamu di bumi Ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
14. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.
15. Dan dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
16. Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan bintang-bintang Itulah mereka mendapat petunjuk.

Telah kita semua ketahui bahwa allah menciptakan manusia salin untuk beribadah kepadanya, kita semua sebagai manusia diamanati oleh Allah untuk melakukan usaha-usaha agar alam semesta dan segala isinya tetap lestari, dan mengatur kehidupan lingkungan hidup. sehingga umat manusia dapat mengambil manfaat, menggali dan mengelolanya untuk kesejahteraan umat manusia dan sekaligus sebagai bekal dalam beribadah dan beramal shaleh.

عَنْ أََبِى عَمْرِ وَبْنِ جُبَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ: مَنْ سَنَّ      فِى اْلاِسْلاَمِ سُنّةً حَسَنَةً فَلَهُ اَجْرُهَا وَ اَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ  اُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ. وَمَنْ سَنَّ سُنّةً سَيِّأَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَاوَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَابَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ اَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ (رواه مسلم)
Artinya: dari Abi Amr Ibn Jubair Ibn Abdillah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang berbuat baik dalam islam, maka ia akan memperoleh pahala dari perbuatan itu dan pahala dari orang yang melaksanakan atau meniru prakarsa itu setelahnya tanpa mengurangi pahala orang-orang yang menirunya. Dan barang siapa berprakarsa yang jelek, maka ia akan mendapatkan dosa dari prakarsanya itu tanpa mengurangi dosa orang yang menirunya (HR.Muslim)
Dalam hal ini kita sebagai orang islam harus bisa memahami tentang landasan - landasan pelestarian lingkungan hidup. Dan tentunya landasan kita sebagai muslim tidak terlepas dari apa yang kita kenal dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Berikut ini beberapa landasan kita sebagai orang islam tentang lingkungan hidup antara lain :
1)Allah pencipta langit dan bumi ( Alam semesta )
Allah menciptakan alam semesta ini dan hanya Dialah sumber pengetahuannya.. Islam adalah Diin( agama ) yang Syaamil (integral), Kaamil (Sempurna) dan Mutakaamil (Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena ia adalah sistem hidup yang diturunkan oleh Allah yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Bijaksana. Hal ini disebutkan pula dalam al-qur’an
            
”Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku cukupkan atasmu nimatku, dan Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu” (QS 5:3). Dan demikian sempurnanya Allah mengatur sehingga aturan itu juga mencakup hubungan manusia sebagai khalifah dengan alam dan lingkungan hidupnya.
2)Manusia sebagai Kholifah di bumi
Pelestarian alam dan lingkungan hidup tak terlepas dari peran manusia sebagai khalifah di muka bumi . Sebagaimana disebutkan dalam QS Al Baqarah : 30
          
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Arti khalifah di sini adalah manusia diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah atau lingkungan. Ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungan dengan Allah itu baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, agama, akal dan  budayanya terpelihara. Dan bertugas memelihara, menjaga pelestarian alam dan lingkungan hidup.

3)Memahami Allah yang Maha mengatur kehidupan alam semesta
Keteraturan yang ditata dengan baik dan sempurna adalah karena Allah yang telah mengatur kehidupan dan segala di alam semesta ini. Surat yang ada dalam Al-An’aam disebutkan ” Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan membuat gelap dan terang”.
4)Memahami maksud dan tujuan penciptaan alam semesta
Alam semesta ini diciptakan agar manusia dapat berusaha dan beramal sehingga tampak di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah.     “ Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,…Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya “ (Q.S Hud:7).

                

5)Kewajiban manusia untuk melestarikan alam semesta
 Manusia sebagai khalifah di muka bumi, memiliki kewajiban mestarikan alam semesta dan lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya. Agar hidup di dunia menjadi makmur sejahtera penuh keberkahan dan menjadi bekal di hari akhir kelak.
                
 “ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada Nya….” (Al A’raaf 56)
6)Memahami tugas menjaga keseimbangan  lingkungan hidup
Menjadi tugas bagi manusia sebagai khalifah di bumi ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup  untuk kesejahteraan hidup manusia di bumi ini :
           
” Dan kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala seuatu menurut ukuran “ (AL Hijr 19


























BAB III
KESIMPULAN
Dengan memahami apa yang telah dipaparkan diatas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan lingkungan hidup itu sangat penting bagi kita semua. Dengan pendidikan lingkungan kita semua bisa memahami dan mengerti tentang manfaat, atau akibat yang akan ditimbulkan oleh lingkungan terhadap kita. Apabila kita bersikap baik serta memelihara lingkungan, maka kita akan mendapatkan manfaat yang baik bagi kita akan tetapi sebaliknya apabila kita bersikap tidak baik terhadap lingkungan bahkan kita tidak mau melestarikan atau merawat kelestarian lingkungan, maka kita maka lilngkungan itu akan memberikan dampak bahaya atau musibah kepada kita. Telah kita semua ketahui adanya tanah longsor, banjir, lumpur lapindo, itu semua merupakan dapak dari lingkungan akibat ulah manusia yang memperlakukan lingkungan seenaknya tanpa memperhatikan pelestariannya.
Adapun beberapa hal atau landasan yang harus kita pahami adalah sebagai berikut :
1.Allah pencipta langit dan bumi ( Alam semesta )
2.Manusia sebagai Kholifah di bumi
3.Memahami Allah yang Maha mengatur kehidupan alam semesta
4.Memahami maksud dan tujuan penciptaan alam semesta
5.Kewajiban manusia untuk melestarikan alam semesta
6.Memahami tugas menjaga keseimbangan  lingkungan hidup
Dapat disimpulkan bahwa semua fenomena yang terjadi dibumi ini hampir semuanya diakibatkan ulah manusia yang seenaknya memperlakukan lingkungan seenaknya. Lingkungan hidup disekitar kita akan memberikan manfaat ataupun bahaya kepada manusia, dan kelestarian lingkungan hidup tergantung kita semua sebagai makhluk ciptaan allah yang diberikan amanah sebagai kholifah dibumi ini.


BAB IV
PENUTUP


Alhamdulillahi robbil ‘aalamiin. Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kami dalam pembuatan makalah ini dapat diselesaikan tanpa ada halangan atau rintangan yang begitu berarti. Akan tetapi hasil makalah yang kami paparkan mungkin masih banyak kekurangan disana sini atau ketidak tepatan isi atau uraian tentang pendidikan linngkungan hidup, hal ini merupakan keterbatasan pengetahuan kami tentang pendidikan lingkungan hidup.
Dengan demikian kami mohon kritik atau saran tentang makalah ini, agar kami dapat memperbaiki baik menganai penyusunan maupun pembahasan makalah ini. Atas partisipasinya kami ucapkan banyak terima kasih.














DAFTAR PUSTAKA

Matsna, Mohammad. 2004. Al-Qur’an Hadits Madrasah Aliyah. Semarang: PT Karya Toha Putra
Quthb, Sayyid. 2003. Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press
Shihab, Quraish. 2005. Tafsir Al-Misbah. Jakarta: Lentera Hati
Syamsuri. 2004. Pendidikan Agama Islam Jakarta: Erlangga
Syamsuri. 2006. Pendidikan Agama Islam KTSP Jakarta: Erlangga
Share this article :

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungan anda, dan jangan lupa tinggalkan komentar anda.

Content

Terima kasih atas kunjungn anda, silakan tinggalkan komentar anda..
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. OGIN SAPUTRA BLOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger